Postingan

Menampilkan postingan dengan label Demokrat

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

Demiz jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf, Begini Respon Tak Terduga Sandiaga

Gambar
Deddy Mizwar (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) (Istimewa/FokusJabar.co.id) Moslemcommunity - Bakal calon wakil presiden (cawapres), Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara soal kabar mantan gubernur Jawa Barat (Jabar), Deddy Mizwar (Demiz) yamg ditunjuk sebagai salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Sandiaga pun mengaku telah memberi selamat atas dipilihnya Demiz tersebut. "Kemarin saya sudah berikan selamat, pernyataan yang betul-betul membuat kita sejuk. Pak Deddy Mizwar orangnya sejuk dan membut kita juga sejuk," kata Sandiaga saat mengunjungi Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis (30/8). Sandiaga menuturkan, dengan dipilihnya Demiz sebagai juru bicara dari kubu Jokowi-Ma'ruf akan menciptakan persahabatan. Tidak hanya bagi pasangan yang akan berkontestasi di Pilpres 2019, namun juga di pendukung. "Insya Allah membuat kita teduh, statementnya membuat kita bersahabat. Ini pilpres akan jadi naik ke depan," kata Sandiaga. Sementara itu, Sandia...

Akhirnya Bawaslu Tak Lanjutkan Kasus Dugaan Mahar Sandiaga!

Gambar
Sandiaga Uno (Foto: Kompas) Moslemcommunity - Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu Ratna Dewi Petallolo mengatakan pihaknya tidak akan melanjutkan penanganan laporan dugaan mahar politik yang dilakukan Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS. Pasalnya, bukti yang mengarah kepada mahar atau pemberian imbalan dalam proses pencalonan Sandiaga sangat minim. "Memang kalau melihat apalagi barang buktinya tidak ada (mahar) karena barang bukti yang dilaporkan sangat minim," ujar Ratna di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). Ratna mengatakan pelapor dan saksi dari Forum Indonesia Bersatu (Fiber) tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa mereka mendengar dan melihat langsung peristiwa mahar politik. Pelapor dan dua orang saksi yang sudah diperiksa Bawaslu, kata dia mengetahui dugaan mahar tersebut berdasarkan ciutan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. "Kesimpulannya mereka (pelapor dan saksi) tidak mengetahui langsung, tidak melihat dan mendengar s...

Mengapa Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf?

Gambar
Mantan Wagub Jabar, Deddy Mizwar.(INT) Moslemcommunity - Oleh: Fauziah Mursid, Arie Lukihardianti Partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) membajak Deddy Mizwar (Demiz) dari Partai Demokrat untuk menjadi salah satu juru bicara. Tim kampanye nasional bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengatakan, mereka menggandeng Demiz untuk menciptakan komunikasi publik yang lebih adem dan tidak provokatif di pemilihan presiden 2019. Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Arsul Sani mengungkapkan, penunjukan Demiz lebih untuk menciptakan Pemilu 2019 yang lebih sejuk. "Kami lebih mengutamakan peran Kang Demiz sebagai jubir, utamanya adalah untuk menciptakan komunikasi publik yang terkait kontestasi pilpres itu yang lebih dingin, yang lebih adem, tidak provokatif. Nah, itulah kami pilih sosok Kang Demiz," ujar Arsul di Media Center KIK, Menteng, Jakarta, Selasa (28/8). Menurut Arsul, ajakan Deddy Mizwar untuk membantu pemenangan Jokowi-Ma'ruf buka...

Makjleb! Andi Arief Sindir Keras Puan Maharani: Lari Dari Tugas Negara Saat Datang Bencana

Gambar
Kolase (tribunnews) Moslemcommunity -  Politisi Demokrat, Andi Arief, memberikan sindirian kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter,@AndiArief__, pada Rabu (22/8/2018). Dalam cuitan tersebut, Andi langsung menyebut nama Puan Maharani. Menurutnya, Puan Maharani seharusnya memiliki tanggung jawab yang besar dalam penanganan bencana. Lantas, Andi Arief menambahkan jika Puan Maharani tidak tampak perannya sejak longsor Banjarnegara. Bahkan, Andi Arief menyebut jika Puan Maharani lari dari tugas negara saat datang bencana. “Sebetulnya ada Menteri yang punya tanggung jawab besar penanganan bencana ini, Tapi dia sedang menghilang. Sejak longsor salah sebut Banjarnegara Puan Maharani lari dari tugas negara saat datang bencana,”  tulisnya. Diketahui, saat ini Indonesia tengah berduka lantaran di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami gempa bumi. Diketahui, Hingga Selasa (2...

Dinilai Tidak Elok, Konsistensi Sikap PDIP terhadap Habib Rizieq Dipertanyakan

Gambar
Foto: faktakini.com Moslemcommunity - Kadiv Humas dan Advokasi Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan sikap koalisi pendukung capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin soal adanya kesan berharap dukungan dari Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, tidak elok PDIP sebagai partai pengusung berharap dukungan Rizieq. "Kita sedikit malu melihat gerakan politiknya PDIP yang berharap didukung Habib Rizieq. Kita tahu selama ini PDIP sangat anti dengan Rizieq. Bahkan, berbeda pendapat sehingga tidak mudah dengan kelompok Habib Rizieq," tutur dia, Selasa (21/8). Ferdinand berpandangan, jika memang PDIP berharap dukungan Rizieq, berarti partai banteng moncong putih itu tidak konsisten dalam bersikap selama ini. Dengan begitu, lanjut dia, PDIP ingin menghalalkan segala cara untuk memenangkan kontestasi pilpres ini. "Tidak elok PDIP berharap dukungan Habib Rizieq yang selama ini terkonotasi sebagai kontra opini atau lawan politiknya. Masa berharap kepada l...

Elite Demokrat: Sri Mulyani Meludah ke Atas Jatuh ke Muka Sendiri

Gambar
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri). (Foto: Antara) Moslemcommunity.net - Sindiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Zulkifli Hasan soal utang RI menjadi perdebatan. Pernyataan Sri Mulyani turut menyinggung elite Demokrat karena Zulkifli menjabat menteri ketika era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Yang disampaikan Zulkifli tidak bisa dibandingkan oleh Sri Mulyani dengan membandingkan angka-angka. Itu tidak pintar namanya, karena angka-angka APBN 2009 dengan 2014 beda jauh," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahahean kepada wartawan, Selasa malam, 21 Agustus 2018. Menurut Ferdinand, APBN 2009 mencapai sekitar Rp1.031 triliun. Angka ini bagi dia tak bisa dibandingkan dengan APBN sekarang yang sudah dua kali lipat atau sekitar Rp2.000 triliun. "Jadi perbandingan itu tidak pintar bila bandingkan besaran dana kesehatan dan pos lainnya yang tentu pasti akan lebih besar sekarang karena...

Demokrat Minta Jokowi Buka-Bukaan Soal Aksi Motor

Gambar
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Foto: Google) Moslemcommunity.net - Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menilai sosok dibalik motor gede (moge) dalam pembukaan Asian Games 2018 bukanlah Presiden Jokowi. "Saya tidak yakin pengendara motor adalah Pak Jokowi, saya yakin itu pemeran pengganti," kata Ferdinand saat di hubungi INILAHCOM saat dimintai tanggapanya, Minggu (19/8/2018) Ferdinand mengaku informasi yang didapat bahwa stuntman tersebut berasal dari Thailand."Kalau yang saya dapat informasinya pameran pengganti itu dari Thailand, memang orang yang sudah profesional lakukan atraksi itu," ujarnya. Menurutnya adanya perbedaan antara Jokowi mengunakan motor dengan stuntman saat mengendarai moge tersebut."Kalau dari video jelas adanya potongan gambar yang berbeda, gambar yang terlihat saat kedua cincin pernikahan Pak Jokowi dengan pameran pengganti," jelasnya. Ia meminta Jokowi untuk ter...

PD: Ma'ruf Amin Terkesan Sindir dan Panasi Prabowo, Tak Patut

Gambar
Prabowo-Sandiaga di KPU. (Rengga Sancaya/detikcom) Moslemcommunity.net - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai rekomendasi Ijtimak Ulama mengenai cawapres Prabowo Subianto tak harus dipatuhi. Hal itu disampaikan Ferdinand untuk menanggapi pernyataan cawapres Ma'ruf Amin soal kelompok yang mengklaim menghargai ulama tetapi tak mengikuti rekomendasi Ijtimak Ulama. "Ya, sebetulnya kan begini, Pak Ma'ruf ini harus menjaga kesejukan dalam pilpres ini. Ijtimak Ulama itu adalah usul. Yang namanya usul bukan menjadi mutlak harus dilakukan. Namanya juga usulan, rekomendasi," kata Ferdinand saat dimintai tanggapan detikcom, Jumat (10/8/2018) malam. Menurut Ferdinand, pernyataan itu tak pantas disampaikan oleh ulama seperti Ma'ruf. Dia menilai pernyataan itu seolah memanas-manasi. "Ini tidak patut, ya, karena beliau juga seorang ulama, terkesan menyindir-nyindir dan memanas-manasi," terang Ferdinand. Ma'ruf sebelumnya berbi...

Demokrat Siapkan AHY Masuk Timses Prabowo

Gambar
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna) Moslemcommunity.net - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, hingga saat ini belum ada pembicaraan pembentukan tim sukses pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pasca merapat ke dalam Koalisi De Facto. "Pokoknya kami mengusung dan mendukung Pak Prabowo dan Mas Sandi. Soal timses belum, baru akan dibicarakan di tingkat koalisi nanti," kata Syarief kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Saat disinggung soal peluang Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakan diusulkan sebagai ketua tim pemenangan, ia enggan berandai-andai akan hal ini. Syarief hanya memastikan bahwa sebagai salah satu bagian dari koalisi, Demokrat akan mengajukan sejumlah nama kadernya untuk terlibat dalam struktur tim sukses Prabowo-Sandi, tentu salah satunya AHY. "Pasti ada nama-nama (kader masuk timses) dan strategi yang kami sampaikan," ucapnya. Sebelumnya, Demokrat mendeklarasikan dukungan untuk pasangan c...

Akur, Prabowo Ajak AHY Foto Bersama Sandiaga Uno

Gambar
AHY, Prabowo, dan Sandi. (Foto: Tribunnews) Moslemcommunity.net - Hubungan Partai Demokrat sempat memanas dengan Partai Gerindra menjelang detik-detik pendaftaran capres-cawapres. Namun Partai Demokrat akhirnya melabuhkan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Keakraban kedua partai tergambar saat proses pendaftaran Pilpres 2019 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jln Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Sebelum melakukan pendaftaran, Prabowo sempat menarik tangan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk berfoto bersama. Akhirnya Prabowo berfoto Diapit oleh AHY dan Sandiaga. AHY gagal menjadi cawapres setelah partai pendukung Prabowo Subianto malah mengusung Sandiaga Uno. Hubungan kedua partai sempat memanas, namun Partai Demokrat akhirnya melabuhkan dukungan kepada Prabowo Subianto. (detik.com) [http://news.moslemcommunity.net]

PAN Dituduh dapat Rp500 Milyar dari Sandiaga Uno oleh Andi Arief, Akan Laporkan Ketua DPP Demokrat Ini ke Polisi

Gambar
Wakil Sekjend Demokrat Andi Arief (Tribune) Moslemcommunity.net - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, siap untuk melaporkan politikus Demokrat Andi Arief ke polisi terkait ucapannya yang mengatakan partainya menerima uang sebesar Rp500 miliar. Uang yang disebut Andi Arief dari Sandiaga Uno ini, dianggap pencemaran nama baik dan fitnah. "Dan mulut comberan Andi Arief itu kita harap disetop itu. Kalau tidak, kita akan tuntut dia di meja hukum," kata Yandri saat dihubungi, Rabu 8 Agustus 2018. Baca juga:  Wakil Ketua Umum Gerindra Minta Andi Arief Jelaskan ''Jenderal Kardus'' Yandri meminta Andi Arief yang juga wakil sekretaris jenderal Demokrat itu menarik ucapannya. Sebab, ia meyakini, uang yang disebut diberikan kepada PKS dan PAN agar menerima Sandiaga menjadi cawapres tanpa bukti. "Jadi kita minta Andi Arief cabut pernyataan itu," ujarnya. Sebelumnya, Andi Arief mengungkapkan Partai Demokrat menolak kedatangan Ketua Umum Gerind...

Heboh! Kata Demokrat: Luhut Tak Bisa Jaga Rahasia, Kasihan TGB

Gambar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan(KOMPAS) Moslemcommunity.net - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) curhat soal dukungan ke Joko Widodo untuk jadi Presiden RI dua periode. Partai Demokrat (PD) yang menaungi TGB menyayangkan sikap Luhut membongkar cerita TGB. "Pak Luhut ini juga ngapaian curhatan orang kok disampaikan dan disiar-siarkan ke Publik. Bukannya curhat itu biasanya bersifat rahasia dan personal ya," kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Selasa (10/7/2018). "Dan si penerima curhat harusnya menjaganya, bukan malah membongkarnya. Kalau istilah zaman now, ini namanya si penerima curhat tidak bisa menjaga rahasia. Kasihan yang curhat kan jadinya," imbuh Jansen. Jansen mengkritik Luhut soal sikap TGB di Pilpres 2019. Bagi Jansen, TGB seharusnya melaporkan sikap mendukung Jokowi ke partai sebelum disampaikan ke publik. "Mungkin Pak Luhut tidak tahu bahwa me...

Tegas akan Siapkan Sanksi bagi TGB, Apakah Artinya Demokrat Tak Dukung Jokowi?

Gambar
Kolase (tribunnews) Moslemcommunity.net - Partai Demokrat membuka kemungkinan akan memberikan sanksi kepada TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai presiden selama dua periode. Lantas apakah ini berarti Demokrat tidak mendukung Jokowi pada Pilpres 2019? Pernyataan ini disampaikan oleh Waketum Demokrat Syarief Hasan terkait ada-tidaknya sanksi bagi TGB. Sebab, Demokrat belum menyatakan sikapnya pada Pilpres 2019. "Sanksi pasti tetap ada dan itu akan dibahas Dewan Kehormatan," ujar Syarief kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018). Pembahasan soal capres hingga koalisi masih akan dibahas Demokrat siang ini di kediaman sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat ini belum diketahui secara pasti arah koalisi dan capres yang akan diusung Demokrat. Soal sikap dukungannya kepada Jokowi, TGB memberikan alasan terkait percepatan pembangunan di NTB, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika...

TGB Dukung Jokowi, Candaan Fadli Zon: Dapat Ditakar Keimanannya

Gambar
Capture Video detik.com Moslemcommunity.net - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, adalah hak pribadi Gubernur NTB M. Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) mendukung petahana Presiden Joko Widodo untuk dua periode. Namun, Fadli tampak sedikit kecewa, dia pun menyindir TGB sambil bercanda. "Itu kan terserah siapa pun ya, hak masing-masing. Tapi di situ dapat menakar tingkat keimanannya ya. He he, becanda," ujar wakil ketua DPR itu sambil tertawa kecil di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/7). TGB adalah kader Partai Demokrat. Dia sebelumnya santer disebutkan akan mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres. Terakhir, bersama nama-nama bekan, TBG masuk penjaringan capres yang digodok Persaudaraan Alumni (PA) 212. Dan pada Pilpres 2014 lalu, TGB mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pasangan Prabowo-Hatta menang di NTB. Lebih lanjut, Fadli menyampaikan bahwa sikap TGB tersebut tentu memiliki perhitungan tersendiri dan patut dih...

Usai Pilkada Serentak, Rupiah Semakin Terpuruk, Dolar AS Tembus Hingga Rp 14.287, Politisi Demokrat Ini Beri Tanggapan Makjleb

Gambar
Kolase tribunnews Moslemcommunity.net - Nilai tukar rupiah langsung melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) seusai pelaksanaan Pilkada serentak, Rabu 27 Juni 2018. Rupiah kini berada di posisi terlemahnya sejak Oktober 2015. Dilansir CNBCIndonesia, pada hari ini, Kamis (28/6/2018), US$ 1 pada pembukaan pasar spot berada di Rp 14.215. Rupiah melemah 0,29% dibandingkan sebelum libur Pilkada kemarin. Seiring perjalanan pasar, rupiah terus melemah. Pada pukul 08:20 WIB, US$ 1 sudah dihargai Rp 14.225, di mana rupiah melemah 0,37%. Rupiah pun berada di titik terlemah sejak awal Oktober 2015, nyaris tiga tahun lalu. Tidak hanya rupiah, berbagai mata uang Asia pun kurang bertaji menghadap greenback. Namun dengan pelemahan 0,37%, rupiah menjadi mata uang dengan depresiasi terdalam kedua di kawasan. Rupiah hanya lebih baik ketimbang rupee India. Ekonom senior, Didik J Rachbini menyebut pelemahan rupiah ini tak tertolong meskipun sudah ada intervensi dari Bank Indonesia. "Sudah ada i...

PKS Menanggapi Pernyataan Tudingan SBY Soal Aparat Negara Tak Netral

Gambar
Mardani Ali Sera Foto: Telusur.co.id Moslemcommunity.net - Terkait pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku melihat gejala ketidaknetralan aparat negara dalam Pilkada Serentak 2018 ditanggapi oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Mardani meyakini bahwa kekhawatiran SBY tersebut berdasarkan data akurat. “Sinyalemen Pak SBY pasti didasari data yang kuat,” kata Mardani, pada Senin (25/6/2018) kemarin. Kemudian, Mardani meminta masyarakat untuk mengawasi aparat negara secara bersama. “Agar aparat negara tidak jadi alat rezim,” ujarnya. Lebih lanjut dia mengatakan, pelanggaran sekecil apapun yang dilakukan aparat negara nantinya harus diberikan hukuman yang berat. “Karena reformasi telah menempatkan Polri, TNI hingga BIN jauh dari politik praktis,” paparnya. Adapun informasi mengenai ketidaknetralan BIN, TNI dan Polri itu, menurut SBY, berdasarkan laporan yang diterimanya. (Sindonews) [http://news.mo...

Skak! Pilpres 2004 dan 2009 Diungkit, PD Tuding PDIP Panik dan Halusinasi Tinggi

Gambar
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean.  (Foto: Twitter/@LawanPoLitikJKW) Moslemcommunity.net - Ramai-ramai tudingan soal adanya aparat tidak netral di Pilkada masih bergulir. Setelah PDIP balas balas menuding SBY justru menggunakan alat-alat negara agar tidak netral pada Pilpres 2004 dan 2009, Demokrat kini menganggap PDIP panik. Pernyataan yang mengungkit Pilpres 2004 dan 2009 disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menganggap Komarudin panik dan berhalusinasi. "Komaruddin Watubun terlihat panik ya memberikan penjelasan. Bahkan dia menyebut SBY menggunakan intelijen pada Pilpres 2004. Dia sampai lupa, saat itu Megawatilah Presiden yang menjadi calon incumbent atau petahana. Lantas bagaimana ceritanya SBY bisa peralat intelijen 2004?" kata Ferdinand kepada wartawan, Minggu (24/6/2018). Ferdinand juga membantah SBY menggerakkan aparat untuk tidak netral di Pilpres 2009. Dia m...

SBY Tuding Aparat Menzalimi Demokrat di 7 Daerah Ini

Gambar
Moslemcommunity.net - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuding Polri bersikap tidak netral dalam pelaksanaan pilkada serentak. Mantan presiden RI itu mengklaim dirinya pribadi dan Partai Demokrat kerap dizalimi institusi penegak hukum. SBY mengambil contoh Pilkada DKI 2017 lalu. Saat itu, Polri beberapa kali memeriksa mantan calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung Demokrat, Sylviana Murni. "Termasuk kurang sekian jam pemungutan suara, namanya Antasari keluarkan statmen yang merusak kredibilitas SBY," kata dia dalam konferensi pers di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6). Bukan hanya di Jakarta, lanjut SBY, dugaan ketidaknetralan juga terjadi dalam pilgub Papua tahun ini. Di sana, calon gubernur yang diusung Demokrat, Lukas Enembe diminta oleh petinggi Polri dan BIN melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya. "Seorang gubernur kebetulan ketua Partai Demokrat Papua diminta untuk menerima seorang jenderal polisi jadi wakilnya, cawagub, dan memenangk...

Demokrat: Jangan Samakan Kebijakan Era SBY dengan Sekarang

Gambar
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon (kanan).  Foto: Dok Pri. Moslemcommunity.net - Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon meminta pemerintah tidak mencari dalih pelantikan perwira aktif polisi atau TNI, untuk diterapkan pada Komjen M. Iriawan sebagai Plt Gubernur Jabar. Walaupun di era SBY hal itu pernah dilakukan, namun menurutnya itu tidak bisa menjadi dasar 'yurisprudensi politik' bisa dilakukan kembali. "Tanri Bali sudah alih status, dari TNI menjadi PNS dengan menjadi jadi Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik di Kemendagri, baru kemudian diangkat jadi Plt Gubernur. Setia Purwaka juga sebelumnya sudah alih status jadi PNS menjadi Irjend di Kementrian Informasi dan Teknologi baru kemudian diangkat jadi Plt. Gubernur Jatim. Jadi berbeda dengan M. Iriawan ini," ujar Jansen dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (19/6). Karena itu, ia menegaskan jangan disama-samakan kebijakan pada presiden sebelumnya, apalagi dijadikan 'yurisprudensi politik' kebijak...

Rizal Ramli: SBY Sangat Menghargai Perbedaan Pendapat dan Demokrasi

Gambar
Rizal Ramli/Net Moslemcommunity.net - Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perindustrian (Menko Perekonomian) Rizal Ramli menanggapi cuitan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @RamliRizal yang ia tuliskan pada Minggu (17/6/2018). Mulanya, SBY menyebut banyak penguasa yang melampaui batas. Aatas tindakan penguasa yang seperti itu, menurut SBY dapat menciderai keadilan dan akal sehat. Atas perbuatan penguasa itu, SBY menilai rakyat tak berdaya, namun apakah penguasa itu tidak takut pada Allah?. "Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT ? *SBY," tulisnya. Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT ? *SBY* — S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) June 18, 2018 Me...

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Masya Allah.. Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa Selama 19 Jam

Ternyata Ketua Tim Seleksi KPU Jabar Muradi Adalah Staf Ahli KSP Jokowi dan Komisaris Waskita Karya