Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pengamat Politik

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

Duarrr! KPK Bakal Periksa Airlangga, Fokus Golkar Terpecah

Gambar
Airlangga Ketua Umum Golkar (Foto:  Merdeka.com) Moslemcommunity - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta Adi Prayitno menyambut positif rencana pemeriksaan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, adanya dugaan aliran suap proyek PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar bisa langsung diklarifikasi oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang selaku Ketua OC (Organizing Committee) Munaslub 2017 dan Nurdin Halid selaku Ketua Penyelenggara Munaslub Golkar 2017. "Pemanggilan ini positif sebagai upaya menemukan titik terang soal dugaan dana ke Munaslub. Biar clear semuanya dan Golkar tak terbebani," kata Adi kepada TeropongSenayan di Jakarta, Senin (3/9/2018). Pada bagian lain, Adi menyatakan, pemanggilan elite Golkar oleh KPK tidak membuat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin turun pada Pilpres 2019 mendatang. Namun, terang dia, pemanggilan elite Golkar tersebut setidaknya memecah konsentrasi ke...

ICOR Darurat Itu Yang Harus Digebuk, Mister Presiden!

Gambar
Djoko Edhi S Abdurrahman (Foto: Bidiknusantara.com) Moslemcommunity - Saya terkejut membaca tulisan Christianto Wibisono kemarin yang menyebut angka ICOR kita adalah 6.0 yang mestinya 2.0. Ini angka darurat. Sepanjang rezim Soeharto, angka ICOR tertinggi adalah 3.0 akibat korupsi, ekonomi rente dan oligopoli. Di rezim Jokowi menaik menjadi 6.0, atau 60% kebocoran pembangunan. Artinya korupsinya dan rentenya naik dua kali lipat dibanding Orde Baru. KPK, di mana KPK. Bangun! Pantas Presiden Jokowi dibuatkan patung lilin di Tolouse Hongkong. Patung-patung di Tolouse adalah patung para tokoh dunia yang memiliki debut luar biasa. Apa debut Jokowi? Ternyata ada dua: (i) bikin utang Rp 4.000 triliun dalam dua tahun berkuasa, dan (ii) menciptakan angka ICOR hingga 6.0. Debut luar biasa! Alias darurat pembangunan, akibat korupsi, rente ekonomi, dan oligopoli. Saya terkesima. Agaknya karena dunia ekonomi saya replaced dengan dunia hukum. Mendengar ICOR = 6.0 saya buka tulisan saya 13 tahun lalu...

Pengamat: Tercium Gejolak Perpecahan di Tubuh Golkar dan NU

Gambar
Karyono Wibowo (Foto: Aktual) Moslemcommunity - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menduga ada gejolak perpecahan di internal partai Golkar pasca-diumumkannya Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. "Ungkapan Fadel Muhammad menunjukkan bahwa perpecahan di tubuh Golkar perlu menjadi perhatian serius oleh tim koalisi bakal calon presiden Jokowi - Ma'ruf," katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/08/2018). Selain Golkar, menurutnya, yang perlu menjadi perhatian serius adalah adanya dinamika di internal Nadhatul Ulama (NU). "Sejumlah faksi yang ada di kalangan NU mulai menggeliat, ada pro dan kontra di dalam NU tak bisa dianggap remeh karena sejumlah sinyal yang memberi tanda ketidakkompakan di kalangan nadhiyin cukup kuat," ungkapnya. Menurutnya lagi, munculnya dinamika perbedaan pandangan di tubuh Golkar dan NU bisa disebabkan dua alasan yaitu antara kekecewaan politik (political disapointment) d...

Nilai Jokowi Salah Strategi, Pengamat: Politik Identitas Jokowi Untungkan Prabowo

Gambar
Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat ke Presiden Jokowi (Heru/Okezone) Moslemcommunity.net - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai Joko Widodo telah salah strategi dengan memilih Maruf Amin sebagai pendampingnya pada pilpres 2019. Pasalnya, keputusan Jokowi mengerucut pada politik identitas yang berpotensi kepada konflik horizontal, khususnya umat muslim. "Jokowi terjebak dalam strategi kompetisi yang mengutamakan kemenangan saat ini. Memang tidak ada yang melarang, boleh saja bahkan dari pihak Jokowi sudah menyakini bahwa politik edentitas itu tidak digunakan walaupun kita sulit sekali karena apapun itu seorang Maruf Amin seorang ulama," kata Hendri Satrio saat dihubungi, Sabtu (11/8/2018). Baca juga:  Tak Dukung Jokowi atau Prabowo, Yusril: PBB Fokus Pileg Hendri melihat hal ini akan menguntungkan penantang Jokowi yaitu Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno yang tidak menggunakan politik identitas. "Tapi saya yakin di Pra...

Rois Aam PBNU Ma’ruf Amin Jadi Cawapres, NU Dilema?

Gambar
Kolase tribunjabar Moslemcommunity.net - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai terpilihnya Kiai Haji Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi menggembirakan sekaligus menggelisahkan nahdiyin atau warga Nahdlatul Ulama. Di satu sisi, kata Umam, posisi Kiai Ma’ruf akan memberikan banyak manfaat politik dan logistik bagi sel-sel politik NU. Di sisi lain, NU dinilai tidak netral. “Manuver-manuver politik saat ini mengindikasikan bahwa partai-partai berbasis NU telah secara vulgar memanfaatkan kelembagaan NU sebagai alat deal-deal politik praktis yang bertentangan dengan spirit Khitah 1984,” katanya, Jumat (10/8). Menanggapi dilema itu, menurut Umam, wajar jika mantan Rois Aam PBNU K.H. Mustofa Bisri bersikap tegas untuk meminta K.H. Ma’ruf Amin segera turun dari posisi Rois Aam PBNU. Baca juga:  Ciutan Ahoker Tentang Jokowi Pilih Maruf Amin, Rame-rame Serukan GOLPUT “Hal ini berpotensi akan merepotkan NU mengingat masuknya Kiai Ma’ruf ke politik praktis ak...

JLEB! VIDEO Debat Seru: Pengacara Setnov Fredrich Yunadi Dibuat Terdiam oleh Effendi Gazali

Gambar
SS YouTube @Indie Indo Moslemcommunity.net - Pengacara Setya Novanto dibuat terdiam oleh Effendy Gazali dalam sebuah sesi tanya jawab. Dilansir dari unggahan akun YouTube @Indie Indo Lokal yang diunggah pada Kamis, 30 November 2017, sesi tanya jawab antara Fredrich Yunadi dengan beberapa tokoh, baik politisi, seniman, hingga wartawan tersebut berlangsung seru. Berikut sembilan orang yang saling memberikan pertanyaan dan komentar kepada Fredrich Yunadi dalam acara slaah satu TV swasta tersebut. 1. Olga Lydia (Artis, Mantan model) 2. Dicky Chandra (Mantan Seniman) 3. Akhiar Salmi (Ahli Hukum Pidana) 4. Melissa Karim (Penyiar Radio) 5. Effendi Gazali (Pakar Komunikasi Politik) 6. Riant Nugroho (Pengamat Kebijakan Publik) 7. Komarudin Watubun (Politisi) 8. Valentino Simanjutak (Komentator Bola) 9. Abdul Kohar (Jurnalis Senior) Mereka memberikan berbagai pertanyaan kepada Fredrich terkait kasus yang menjerat Setya Novanto dan isu-isu yang ramai dibicarakan publik, seperti bakpao, tiang...

Ngeri! Busyro Muqoddas, Mantan Ketua KPK ini Ungkap Ada Dua Kekuatan Busuk Biang Kerusakan Negara

Gambar
Foto Busyro Muqoddas (sbs.com.au) Moslemcommunity.net - Busyro Muqoddas, mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dua kekuatan busuk yang menjadi biang kerusakan negara Indonesia. Terkait penetapan tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi E-KTP, Busyro menilai tindakan KPK harus diapresiasi dan didukung untuk mengembangkan kasus tersebut. Dia meyakini kasus Korupsi E-KTP tidak mungkin dilakukan oleh satu orang saja. “Kita apresiasi KPK, dengan kerja kerasnya. KPK perlu kajian analisis dengan pasal terkait untuk mencari, barangkali ada nama tertentu, lembaga tertentu, pihak tertentu, dan harus dikembangkan kesana. Kasus korupsi tidak mungkin dilakukan sekelompok kecil dari satu orang, itu mustahil,” katanya, Kamis (23/11/2017). Lebih lanjut, Ketua Komisi Yudisial RI tahun 2005 itu menegaskan KPK harus bisa mengungkap dua kekuatan busuk yang merusak Negara. Yakni para Politisi yang korupsi dan Pebisnis doyan nyogok untuk mendapatkan tender Negara. “Jika KPK bisa ...

Empat Tokoh Nasional Beda Profesi Mengadakan Pertemuan, Bahas Apakah?

Gambar
Moslemcommunity.net - Empat tokoh nasional dari profesi berbeda bertemu dan berbincang akrab tentang berbagai persoalan kekinian, Rabu (22/11). Keempat tokoh tersebut adalah putra Presiden kedua RI Soeharto, Hotomo Mandala Putra; presenter TV terkenal,  Shihab; pengamat politik ekonomi, Dr. Ichsanuddin Noorsy; dan Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma. Pertemuan berlangsung santai di ruang kerja Tommy Soeharto sapaan akrab Hotomo Mandala Putra di Jakarta. Mereka membicarakan banyak hal termasuk mencari ruang bagi upaya pemberdayaan ekonomi rakyat. Lieus Sungkharisma mengatakan, selain membicarakan situasi terkini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pertemuan tersebut mereka juga bersepakat untuk melakukan langkah-langkah bersama dalam rangka pemberdayaan umat. "Bentuknya akan dipikirkan lebih lanjut. Tapi pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyatukan berbagai potensi bangsa. Akan ada tindak lanjut dari pertemua ini," ujar...

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Rayakan Pergantian Tahun, Kembang Api Meledak dan Terjadi Kebakaran, Ribuan Penonton di Pantai Sydney Dievakuasi

Polisi Siap Bubarkan Acara Ahmad Dhani di Solo karena Tak Keluarkan Izin, Begini Tanggapan Tegas Panitia