Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

Prof. Suteki dan Peran Kenabian

Gambar
Moslemcommunity.net - Oleh: Ikhsan Kurnia (Penulis) Saya tidak mengenal sosok Prof Suteki secara pribadi. Namun saya tahu bahwa beliau adalah seorang guru besar Ilmu Hukum UNDIP. Tempo hari saya berkunjung ke Pascasarjana Hukum UNDIP untuk mencari informasi Program S2 Ilmu Hukum. Saya pun meminta brosur informasi pendidikan ke bagian akademik. Saya baca-baca, di sana tertulis nama Prof Suteki sebagai Ketua Program Studi. Karena penasaran dengan sosoknya yang akhir-akhir ini jadi trending di media, saya pun add Facebooknya. Hingga hari ini saya cukup rutin mengikuti TS-TS nya. Saya sungguh kaget, bahkan shock, ketika mendengar beliau dijatuhi hukuman oleh pimpinan Perguruan Tinggi tempatnya mengajar. Hari ini (6/6/2018), beliau update status Facebooknya, menginformasikan bahwa dirinya dibebastugaskan sementara dari tugasnya sebagai Kaprodi MIH, Ketua Senat FH dan Anggota Senat UNDIP. Saya shock bukan karena beliau adalah bagian dari keluarga saya, atau teman dekat, atau dosen saya, nam...

Tak Terima Jadi Korban Fitnah dan Doxing, Lieus Sungkharisma Lapor ke Bareskrim

Gambar
Moslemcommunity.net -  Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma akhirnya tak tinggal diam dan melapor ke Bareskrim Polda Metro Jaya Selasa, 5 Juni 2018 setelah menjadi korban fitnah dan doxing di media sosial. Laporan Lieus diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dan diberikan Surat Bukti Lapor dengan nomor: LP/3052/VI/2018/PMJ Dit. Retkrimsus. Ada 2 nama yang dinyatakan sebagai pihak terlapor, yakni Daryono dan Iming T. Keduanya diduga melakukan Tindak Pidana Menyebarkan Berita Bohong dan atau Perbuatan Tidak Menyenangkan dan dijerat dengan pasal 28 Ayat 1 dan atau Pasal 45 A UU RI No19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 335 KUHP. Lieus adalah tokoh Tionghoa yang cukup keras melakukan kritik kepada Ahok dan Jokowi. Lieus juga muncul dan memberi dukungan moral saat umat muslim melakukan serangkaian Aksi Bela Islam. Kerasnya suara Lieus, memang kerap membuat telinga para pendukung rezim panas. Tak heran beberapa dari mereka mencoba melancarka...

Pedas! Wartawan Senior Menyoal Gaji 112 Juta: Yang Anda Lakukan adalah “Leading by Bad Example”. Teladan yang Buruk

Gambar
Ilustrasi (bprdbl.co.id) Moslemcommunity.net - Di tengah kondisi yang tidak menguntungkan rakyat hari-hari ini, pejabat negara yang bergaji 112 juta sebulan, terasa sangat tidak pancasilais. Lebih tidak pancasilais lagi ketika tugas yang diamanahkan itu adalah untuk membangun masyarakat Pancasila. Tentulah semakin paradoksal. Inkonsisten. Sanktimoni (sanctimonious). Sebab, pancasilais adalah hidup sederhana. Pancasilais adalah solidaritas terhadap orang susah. Pancasilais adalah penyembunyian segala macam kehebatan duniawi. Pancasilais adalah pengorbanan. Pancasilais adalah “leading by example”. Membimbing dengan keteladanan. Gaji 112 juta per bulan jelas sekali bukan “leading by example”. Yang Anda lakukan adalah “leading by bad example”. Teladan yang buruk. Bagaimana Anda akan memberikan kuliah tentang Pancasila ketika Anda menyelisihi semua butir-butir tekstual ideologi yang Anda bela dengan harga mati itu? Bagaimana mungkin Anda bisa menjelaskan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sementara...

Duh, Tangani Kasus Amien Rais, Polda Metro Berencana Mengundang MUI dan Organisasi Islam

Gambar
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (Jawa Pos) Moslemcommunity.net - Pihak Polda Metro Jaya akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian berbau agama dengan terlapor Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Bukan hanya MUI, Polda Metro Jaya juga berencana mengundang seluruh organisasi Islam. "MUI wajib harus. Tapi tidak hanya MUI, nanti juga ada ahli agama yang lain. Dari semua pihak. Tidak hanya satu orang agar tidak menurut dia. Kita ambil dari berbagai sumber," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan, Kamis (31/5/2018). Atas kasus ini, Adi mengaku, pihaknya sudah menanyakan kepada beberapa ahli agama tentang pernyataan Amien Rais soal "Partai Setan dan Partai Allah". Namun, perkataan beberapa saksi itu enggan dituangkan ke Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Sampai sekarang kita belum menyentuh ke Pak Amin Rais. Kita masih berusaha u...

Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil, Undip Segera Putuskan Sanksi untuk Guru Besar yang Dianggap Mereka Anti NKRI

Gambar
Prof Dr Suteki SH MHum. (Facebook) Moslemcommunity.net - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menegaskan akan segera menjatuhkan sanksi terhadap stafnya yang menentang NKRI dan Pancasila. Ada beberapa orang, salah satunya adalah seorang guru besar ilmu hukum. Undip memberikan keterangan tertulis terkait ketegasan sikap terkait viralnya postingan di media sosial yang menyangkut adanya staf di Undip yang diduga berisi pernyataan yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Ada 4 pernyataan yang disampaikan oleh pihak Undip dalam keterangan tertulis itu, yaitu: 1. Undip adalah Universitas Negeri yang berkomitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan pada Pancasila, UUD 1945, serta NKRI. 2. Pimpinan dan Civitas Akademika Undip menolak tegas dan menyayangkan segala bentuk ujaran, tindak yang bertentangan dengan konstitusi, NKRI dan Pancasila. 3. Saat ini persoalan tersebut sudah diserahkan pada Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE) Universitas dan apabila terbukti adanya pe...

Mahfud MD: Pemimpin Kalau Sudah Tak Dipercaya, Harusnya Mundur, Siapakah Yang Dimaksud?

Gambar
Moslemcommunity.net -Mahfud MD turut hadir dalam sebuah talkshow salah satu program televisi swasta, Rabu (15/2/2018). Program acara tersebut mengangkat tema mengenai ‘Memelihara Persatuan di Tahun Politik’. “Di bidang penegakan hukum memang masalah yang banyak disampaikan, menurut saya hukum dalam artian materi (legal substansi) sudah bagus. Namun selama ini dalam penegakannya ada masalah”, ujar Mahfud membuka. Menurut Mahfud dalam penegakannya, masyarakat selama ini lebih banyak berbicara mengenai prosedur-prosedurnya untuk saling mencurangi. “Misalnya kata si A, pasal sekian KPK itu salah. Kata yang satunya lagi enggak. Kata yang lain KPK itu benar, dasarnya undang-undang ini. Sama-sama ada undang-undangnya, sama-sama ada pasalnya, mengaku sama-sama benar. Sehingga pada akhirnya perang opini. Ada yang hilang disini bahwa penegakan hukum itu harus didasarkan pada etika”. Mahfud berpendapat bahwa kita dahulu banyak korupsi dan kolusi karena hukum itu hanya dipandang sebagai pasal-pas...

Hukum Diinjak-injak, Prof Suteki: Apakah Indonesia Sudah Segawat ini?

Gambar
Moslemcommunity.net - Saudaraku sebangsa setanah air, apakah Indonesia ini sudah segawat inikah? Saya ahli hukum tapi dipelosok desa, tidak termasuk RING-RING KEKUASAAN JAKARTA. Entah saya berada di RING berapa? Umat Islam menurutku sudah termasuk bersabar menghadapi semua ini. Tidak bisakah semua mengendalikan diri. Apakah setiap laporan perbuatan yg diduga tindak pidana mesti harus diteruskan hingga menjadikan pelaku sebagai TERSANGKA? TERDAKWA? lalu TERPIDANA. Sementara ada pelaku lain yg secara nalar melakukan yg mirip, tetapi masih melenggang santai seokah tidak tersentuh. Materi hukum kita sudah berisi hukum yang PROGRESIF tetapi tidak diukung oleh PENEGAK HUKUM PROGRESIF. Lihatlah apa yang tejadi di Pemerintahan, di DPR di MK. Lalu apa kurangnya? Pengalaman ini menunjukkan bahwa: tidak cukup 1. Substansi hukum yg rigid 2. Struktur kelembagaan yg handal 3. Budaya hukum yang baik…tapi ternyata butuh: PEMIMPIN YANG AMANAH! BERANI MEMBELA KEADILAN DAN KEBENARAN bukan PEMIMPIN yang ...

Mengejutkan, Tak Jadi Panglima TNI, Ini yang Bakal Jenderal Gatot Lakukan

Gambar
Jendral TNI Gatot Nurmantyo (Suratkabar.id) Moslemcommunity.net - Sudah satu bulan Jendral TNI Gatot Nurmantyo melepas jabatan sebagai Panglima TNI. Saat ini dirinya menjabat sebagai Perwira Tinggi (Pati) TNI menunggu beberapa bulan lagi masa pensiunannya dari kemiliteran. Gatot mulai menyusun rencana untuk menyambut masa pensiun. Mendulang pundi-pundi rupiah untuk menghidupi keluarga menjadi salah satu prioritas yang akan dilakukan. Gatot melihat sektor usaha perdagangan menawarkan prospek menjanjikan. Dia menganggap perdagangan dapat memberikan kesejahteraan bagi kehidupan keluarganya kelak setelah pensiun dari militer. Setelah melalui perencanaan yang matang, mantan Panglima TNI akhirnya menjatuhkan pilihan untuk berkecimpung di bisnis peternakan ayam. Gatot berpendapat tingkat konsumsi ayam masyrakat Indonesia sangat tinggi, sehingga pasar untuk komoditas ini tak pernah sepi. "Saya mulai belajar bertenak ayam bertelur, kan persiapan pensiun," ujar Gatot di Mabes AD Jakar...

Empat Tokoh Nasional Beda Profesi Mengadakan Pertemuan, Bahas Apakah?

Gambar
Moslemcommunity.net - Empat tokoh nasional dari profesi berbeda bertemu dan berbincang akrab tentang berbagai persoalan kekinian, Rabu (22/11). Keempat tokoh tersebut adalah putra Presiden kedua RI Soeharto, Hotomo Mandala Putra; presenter TV terkenal,  Shihab; pengamat politik ekonomi, Dr. Ichsanuddin Noorsy; dan Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma. Pertemuan berlangsung santai di ruang kerja Tommy Soeharto sapaan akrab Hotomo Mandala Putra di Jakarta. Mereka membicarakan banyak hal termasuk mencari ruang bagi upaya pemberdayaan ekonomi rakyat. Lieus Sungkharisma mengatakan, selain membicarakan situasi terkini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pertemuan tersebut mereka juga bersepakat untuk melakukan langkah-langkah bersama dalam rangka pemberdayaan umat. "Bentuknya akan dipikirkan lebih lanjut. Tapi pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyatukan berbagai potensi bangsa. Akan ada tindak lanjut dari pertemua ini," ujar...

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Rayakan Pergantian Tahun, Kembang Api Meledak dan Terjadi Kebakaran, Ribuan Penonton di Pantai Sydney Dievakuasi

Polisi Siap Bubarkan Acara Ahmad Dhani di Solo karena Tak Keluarkan Izin, Begini Tanggapan Tegas Panitia