Postingan

Menampilkan postingan dengan label Analisis

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

ICOR Darurat Itu Yang Harus Digebuk, Mister Presiden!

Gambar
Djoko Edhi S Abdurrahman (Foto: Bidiknusantara.com) Moslemcommunity - Saya terkejut membaca tulisan Christianto Wibisono kemarin yang menyebut angka ICOR kita adalah 6.0 yang mestinya 2.0. Ini angka darurat. Sepanjang rezim Soeharto, angka ICOR tertinggi adalah 3.0 akibat korupsi, ekonomi rente dan oligopoli. Di rezim Jokowi menaik menjadi 6.0, atau 60% kebocoran pembangunan. Artinya korupsinya dan rentenya naik dua kali lipat dibanding Orde Baru. KPK, di mana KPK. Bangun! Pantas Presiden Jokowi dibuatkan patung lilin di Tolouse Hongkong. Patung-patung di Tolouse adalah patung para tokoh dunia yang memiliki debut luar biasa. Apa debut Jokowi? Ternyata ada dua: (i) bikin utang Rp 4.000 triliun dalam dua tahun berkuasa, dan (ii) menciptakan angka ICOR hingga 6.0. Debut luar biasa! Alias darurat pembangunan, akibat korupsi, rente ekonomi, dan oligopoli. Saya terkesima. Agaknya karena dunia ekonomi saya replaced dengan dunia hukum. Mendengar ICOR = 6.0 saya buka tulisan saya 13 tahun lalu...

Analisa Yusril Nilai Jokowi Bisa Terlilit Kasus Lebih Dahsyat dari BLBI akibat Utang

Gambar
Yusril Ihza Mahendra (salam-online) Moslemcommunity.net - Pengacara Syafruddin Arsyad Temenggung, Yusril Ihza Mahendra menilai kasus Surat Keteragan Lunas (SKL) BLBI merupakan pengalaman pahit bagi bangsa Indonesia. Menurutnya pengalaman ini menjadi berharga untuk pemerintah-pemerintah selanjutnya, terlebih pemerintah sekarang ini. Ahli hukum tata negara ini menilai pemerintah Joko Widodo bisa mengalami hal serupa yang kemungkinan bisa lebih dasyat dari krisis 1998 karena utang-utang yang tidak terkontrol. “Pak harto yang pemerintahnya kuat didukung intelektual kelas satu di jaman itu toh nggk bisa bertahan juga, apalagi pemerintah sekarang ini,” ujar Yusril dalam diskusi “Mega Skandal BLBI Perlukan Dibuka Kembali” di ILC TVone, Selasa (10/7). Terkait dengan kasus yang menyeret kliennya menjadi terdakwa, Yusril menilai sebagian besar dalam dakwaan KPK terhadap kliennya tidak terbukti. Menurut Yusril persoalan yang terjadi adalah kliennya dituntut atas audit Badan Pemeriksa Keuangan (B...

Newmont NTB Dijual ke Cina

Gambar
PT Newmont Nusa Tenggara/Foto dari udara/Istimewa/Nusantaranews Moslemcommunity.net - Dijualnya saham Pemda NTB yang ada di PT Newmont Nusa Tenggara jelas adalah pengkhianatan kepada konstitusi dan semangat nasionalisme. Saham yang semula merupakan bentuk andil rakyat NTB atas keberadaan perusahaan tambang emas  raksasa PT. Newmont Nusa Tenggara. Kini telah berpindah ke tangan Medco milik Arifin Panigoro yang mengambil alih saham tersebut dengan menggunakan dana pinjaman dari China. Pinjaman dari China tersebut dialirkan melalui tiga bank BUMN yakni BNI, Mandiri dan BRI senilai 3 miliar USD. Sebuah pinjaman yang cukup besar yang tidak mungkin sanggup dibayar, apalagi ditengah jatuhnya harga komoditas. Ini adalah pinjaman yang diduga sarat dengan kongkalikong diantara elite okigarki pemerintahan Jokowi. Tambang PT. Newmont Nusa Tenggara sebetulnya telah jatuh ke tangan China. China memang sangat agresif mengambil alih saham saham perusahaan tambang di dunia. China juga mengambil al...

Taktik Djarot Meleset dan Harga Diri PDIP di Pilgub Sumut

Gambar
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus, saat debat kandidat. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana) Moslemcommunity.net - Hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2018 menunjukkan pasangan nomor urut 1, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajeksah (Ijek) berada pada posisi teratas. Dengan demikian, harapan pesaingnya, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus, untuk memimpin Sumut kandas. Melihat perjalanan Pilgub Sumut sebenarnya terbilang cukup panas. Sebab pada akhirnya, hanya dua pasangan kandidat yang bersaing setelah JR Saragih-Ance Selian digugurkan KPU karena dianggap tidak memenuhi syarat pencalonan. Kekalahan yang dialami Djarot kali ini menjadi yang kedua dalam gelaran Pilkada. Sebelumnya, dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang digelar tahun lalu, Djarot juga mengalami kekalahan. Saat itu ia dipasangkan dengan Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun Ahok-Djarot takluk dari duet Anies Baswedan-...

Menilik Sebab Tumbangnya Calon yang Diusung PDIP dalam Pilkada 2018

Gambar
Cawagub Jabar, Anton Charliyan (Foto: Garin Gustavian/kumparan) Moslemcommunity.net - Sejumlah hasil hitung cepat Pilkada 2018 yang telah diumumkan beberapa lembaga survei, bisa jadi bukan kabar menggembirakan untuk PDIP. Pasangan calon yang diusung partai pemerintah itu di beberapa provinsi tidak berada di urutan pertama. Di provinsi dengan jumlah pemilih cukup besar, semisal Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat, calon yang diusung partai banteng bertumbangan. Bukan hanya itu, di Jawa Tengah yang menjadi basis tradisional PDIP, perolehan suaranya tergerus cukup besar. Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, bertumbangannya calon yang diusung PDIP berakar dari masalah kaderisasi partai tersebut. Sebagai partai mapan, PDIP masih menempatkan calon yang dirasakan agak dipaksakan. Siti mencontohkan keputusan untuk mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebaga calon Gubernur Suma...

Di Tahun 2019, Ustadz Abdul Somad Berpotensi Seperti Ini

Gambar
Moslemcommunity.net - Oleh : Jauhar Ridloni Marzuq Bagi para hipokrit pembenci Islam, Ustadz Abdul Somad adalah ancaman di Pemilu 2019 nanti. Bayangkan saja jika dalam setiap kali tabligh akbar, kita rata-ratakan ada 5000 jamaah yang mengikuti ceramah Ustadz Abdul Somad, berapa juta orang yang akan mendengarkan petuah-petuah Ustadz Abdul Somad dalam setahun? Belum ditambah dengan mereka yang menonton lewat facebook, youtube, instagram, dsb. Satu kali UAS tampil, mungkin bisa mengalahkan puluhan bahkan ratusan kampanye yang digelar oleh para politisi. Coba kita cari, politisi mana yang bisa mengumpulkan manusia sebanyak yang di Aceh kemarin, misalnya, dalam sekali acara dan seorang diri? Ini ancaman serius buat para pembenci agama di tahun politik 2019 nanti. Puluhan atis-artis dan biduan yang mereka tampilan untuk merusak moral dan membodohi pemilih, akan tumbang dengan sekali UAS menggelar tabligh akbar. Ustadz Somad memang bukan politisi, tapi ceramahnya selalu jelas menegaskan bahw...

WOW TERUNGKAP! Bedah Kasus RS Sumber Waras, Forum Jakarta: Ada "Ghost Hand" yang Lindungi Ahok

Gambar
Moslemcommunity.net - Diskusi Jumatan yang diprakarsai FORUM JAKARTA kali kedua ini yang berlangsung di Gedung Pasar HWI Lindeteves, 15 Desember 2017, lebih ramai padat dalam ruangan yang hanya berukuran kurang lebih 4x10m namun diskusinya cukup hangat tapi santai yang menghadirkan Sugianto (SGY) Ketua KATAR (Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru). Juga hadiri Lius Sungkarisma, Zeng Wei Jian (moderator), Ir. Chandra Lukito, Dr. Lukman, Marthin Alumni Sekolah Chandranaya, Ketua Forum Jakarta, Chandra Suwono (Chen Yi Jing) dan beberapa aktivist lainnya. Kali ini FORUM JAKARTA mengangkat kasus RS Sumber Waras. Masalah Sumber Waras, Bang Inggar Joshua, anggota DPRD DKI dari Nasdem, menyatakan dari 6 tahapan proyek Sumber Waras mulai dari perencanaan sampai pembayaran semuanya salah. Kebijakan pemerintah dan tanggung jawab pemerintah yang ditandatangani Gubernur Ahok. Harus ditindaklanjuti sesuai hasil audit BPK. “Kita harus bersatu untuk berbuat lebih nyata”, ujar Inggar. “Kasus UPS adala...

Disatukan oleh AQIDAH! Spirit 212, Suara Indonesia untuk Palestina TERCINTA

Gambar
Reuni Aksi 212, Image: viva.co.id Moslemcommunity.net - 212 untuk Palestina Oleh: Umarulfaruq Abubakar, Mahasiswa Doktor Hukum Islam UII dan Pengasuh PPTQ Ibnu Abbas Klaten “Tidak ada solusi bagi permasalahan-permasalahan Yahudi kecuali dengan mengumpulkan orang-orang Yahudi dari seluruh dunia dalam satu wilayah. Lalu mereka mendirikan negara sendiri, dan mereka kemudian menyelesaikan masalah-masalah mereka yang nyaris tidak terselesaikan selama hampir 2.000 tahun setelah dihancurkan dan dicerai-beraikan oleh Romawi,” tulis Binyamin Ze’ev atau Theodore Herzl dalam buku Der Judenstaat yang terbit pertama kali di Wina, Austria dan Leipzig, Jerman pada Februari 1896. Pesan intinya adalah orang-orang Yahudi yang terpencar-pencar di berbagai tempat dan kawasan harus dikumpulkan dalam satu negara dan mereka memilih Palestina menjadi negara itu. Tanggal 15 Juni 1896, Herzl sudah berada di wilayah Palestina langsung ke pusat pemerintahan Utsmani menawarkan bantuan untuk membayar utang-utang ...

Saudi Menuju Sekulerasi? Setelah Konser Yanni, Lalu Muncul Abu Dis, dan Salvator Mundi

Gambar
Moslemcommunity.net - YANNI: Hingar bingar konser musik megah dan meriah Yanni di Saudi telahlah usai. Konser musik yang tiket masuknya saja harus merogoh kocek minimal 600SR (setara dengan 2,1 juta Rupiah). Konser musik yang didalamnya sama sekali tidak ada lantunan pujian dan pengagungan kepada Allah, tidak ada shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah, tidak ada syair yang membakar ghirah untuk beribadah, berdakwah dan berjihad, namun 'sepi tahdzir'. Tiada yang bersuara lantang baik di Saudi sendiri ataupun di tanah air ini sebagaimana biasanya. Lucunya, kepada yang membuka fakta bahwa konser itu ada, mereka lantang sekali berteriak bahwa konser itu hoax, kabar palsu, dan seterusnya sampai tahdzir 'pembenci Saudi' dan bahkan pembenci Islam. Ketika tak terbantah lagi bahwa konser Yanni ada dengan wanita tampak auratnya, dengan bercampur baur lelaki dan wanita, dan banyak hal yang lainnya, kompak diam tak bersuara. Mari kita lihat saja bagaimana suasana konser musi...

SETNOV Vs KPK: MENANGKAP KAKAP, MENYELAMATKAN HIU?

Gambar
Moslemcommunity.net - SETNOV Vs KPK: MENANGKAP KAKAP, MENYELAMATKAN HIU **** Oleh: Tengku Zulkifli Usman Satu persatu BUMN dilelang ke asing oleh rezim, tapi kita terus dibius dan dikecoh Bahwa masalah utama negeri ini adalah masalah e ktp, bukan Jokowi dan eksekutif, begitulah kita diajak berpikir Dan dalam kasus e ktp ini, pola pikir kita juga dipersempit sebatas nama setnov, padahal nama gub jateng dan sulut dari PDIP juga disebut sama seperti nama setnov Bahkan nama ketua KPK pun juga ikut disebut terlibat, tapi semua nama raib, kita digiring ke nama setnov saja Mengapa nama setnov? Saya melihat ini adalah main mata rezim dengan Golkar, deal nya tentu sudah diatur, setnov memang punya banyak "musuh" di Golkar, momentumnya ketemu Setnov dikorbankan untuk menjaga citra rezim yang bobrok, menangkap kakap untuk menjaga hiu yang sebenarnya jauh lebih bahaya Rezim sedang akting, bahwa rezim ini anti korupsi, kelas kakap kaliber setnov pun disikat, ingat ini hanya akting Karena...

Natalius Pigai: Janjji Jokowi yang Belum direalisasikan Ikut Andil Munculkan Reaksi Kembali Kelompok Separatis Papua

Gambar
ILUSTRASI Moslemcommunity.net - Aktivis Kemanusiaan asal Papua, Natalius Pigai menjelaskan, masalah di Papua itu begitu kompleks. Maka, dibutuhkan penyelesaian yang komprehensif dengan dialog bermartabat antara Presiden Jokowi dengan rakyat Papua. ”TNI-Polri tidak bisa memulai dialog, mereka hanya alat negara. Harus presiden yang turun tangan,” ujarnya. Soal Papua, Pigai mengaku harus jujur mengutarakan masalah sebenarnya. Menurutnya, kondisi Papua pada masa kepemimpinan Jokowi ini justru lebih buruk dari pemerintahan sebelumnya. ”Mengapa, karena semua kebijakan presiden tidak sesuai dengan harapan rakyat Papua. Janji presiden saat kampanye tidak dipenuhi, padahal sudah mendapatkan 99 persen suara rakyat Papua,” jelasnya. Apa janji presiden terhadap rakyat Papua? Dia menegaskan, janji yang tidak ditepati itu adalah membuka seterang-terangnya pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Dia juga membandingkan pembangunan di Papua oleh pemerintahan Jokowi, dengan pemerintahan sebelumnya. Di P...

Penjualan Turun, Laba Sari Roti Melorot 52,21%, Akankah Traveloka Bakal Mengikuti Nasib Sari Roti?

Gambar
Moslemcommunity.net - Penjualan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) turun tipis 0,65% pada triwulan ketiga tahun ini. Per September 2017, produsen roti merek Sari Roti ini membukukan pendapatan Rp 1,82 triliun, sedikit di bawah pencapaian September 2016 yang sebesar Rp 1,84 triliun. Laporan keuangan ROTI yang dipubikasikan di keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Senin (30/10), menunjukkan roti tawar Sari Roti masih berkontribusi terbesar bagi pendapatan ROTI yakni Rp 1,37 triliun. Sementara, roti manis Sari Roti menyumbang Rp 807,73 miliar. Demikian seperti diberitakan kontan.co.id Pendapatan lain diperoleh dari penjualan Kue Sari sebesar Rp 57,15 miliar dan lain-lain sejumlah Rp 3,87 miliar. Meski secara produksi  ROTI seharusnya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,24 triliun, namun retur penjualan ROTI cukup tinggi. Retur penjualan ROTI naik ke angka Rp 414,89 miliar di kuartal ketiga tahun 2017, atau mencatatkan kenaikan sebesar 62,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebe...

Siap-siap Hadapi Era Digital, Bank Mulai Kurangi Pegawai, Bagaimana Dampaknya?

Gambar
Ilustrasi: uangonline Moslemcommunity.net - Pegawai bank mengalami penurunan jumlah periode September 2016 hingga September 2017. Ekonom menilai ini adalah hal yang wajar, karena bank juga harus melakukan efisiensi. Pengamat ekonomi, Aviliani menjelaskan untuk mengantisipasi hal ini pemerintah juga harus memikirkan cara alternatif untuk penyerapan tenaga kerja.  "Ke depan, perlu dipikirkan juga pemerintah berkontribusi di level pegawai yang memang akan terdampak era digital. Misalnya menyiapkan pekerjaan mendukung basis digital," kata Aviliani saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/11/2017). Dia menambahkan, selain itu para pekerja juga harus mempersiapkan di era digital ini. Pasalnya, memang akan terjadi perubahan yang signifikan oleh teknologi. "Pekerjanya juga harus mempersiapkan diri, ke depan akan ada shifting besar-besaran dari konvensional ke digital yang memerlukan sedikit tenaga manusia. Harus punya skill lain agar bisa bertahan," jelas dia. Selain itu era p...

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Masya Allah.. Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa Selama 19 Jam

Ternyata Ketua Tim Seleksi KPU Jabar Muradi Adalah Staf Ahli KSP Jokowi dan Komisaris Waskita Karya