Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

Skak! Pilpres 2004 dan 2009 Diungkit, PD Tuding PDIP Panik dan Halusinasi Tinggi

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean. (Foto: Twitter/@LawanPoLitikJKW)

Moslemcommunity.net - Ramai-ramai tudingan soal adanya aparat tidak netral di Pilkada masih bergulir. Setelah PDIP balas balas menuding SBY justru menggunakan alat-alat negara agar tidak netral pada Pilpres 2004 dan 2009, Demokrat kini menganggap PDIP panik.

Pernyataan yang mengungkit Pilpres 2004 dan 2009 disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menganggap Komarudin panik dan berhalusinasi.

"Komaruddin Watubun terlihat panik ya memberikan penjelasan. Bahkan dia menyebut SBY menggunakan intelijen pada Pilpres 2004. Dia sampai lupa, saat itu Megawatilah Presiden yang menjadi calon incumbent atau petahana. Lantas bagaimana ceritanya SBY bisa peralat intelijen 2004?" kata Ferdinand kepada wartawan, Minggu (24/6/2018).

Ferdinand juga membantah SBY menggerakkan aparat untuk tidak netral di Pilpres 2009. Dia menyebut saat itu SBY membentuk tim yang semuanya diisi oleh anggota Partai Demokrat.

"Jadi halusinasi Komaruddin Watubun terlalu berlebihan. Coba cari berita 2009, ada nggak kasus ketidaknetralan aparat? Seingat saya tidak ada. Semua itu tuduhan halusinasi Komaruddin saja," ungkapnya.

Tentang Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati, anggota KPU yang kemudian jadi anggota Demokrat, Ferdinand menegaskan itu adalah pilihan politik. "Bukan karena dijanjikan jabatan oleh SBY," tambahnya.

Dia juga heran dengan kasus Antasari Azhar yang kembali diungkit. Ferdinand menepis ada kaitan antara kasus Antasari dengan niat mengusut kasus IT KPU.

"Terkait Antasari, jelas-jelas Antasari Azhar dibui karena skandal pembunuhan terhadap Nasrudin, bukan karena kasus IT KPU. Omong kosong saja itu isunya karena mau usut kasus IT KPU," ujar Ferdinand.

Sebelumnya diberitakan, Komaruddin menganggap SBY terus menerus mengeluh soal aparat tidak netral. Dia balas menuding SBY yang justru menggunakan alat-alat negara agar tidak netral pada Pilpres 2004 dan 2009.

"Ketika pilpres 2009, SBY membujuk komisioner KPU dengan iming-iming tertentu sehingga banyak yang dijadikan pengurus teras partainya seperti Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati. Siapa yang di belakang tim alfa, bravo dan delta yang dibentuk SBY, warga sipilkah? Mengapa Antasari Ketua KPK dipenjara hanya karena mau mengusut IT Pemilu? Siapa yang menggunakan dana APBN melalui bansos untuk keperluan pemilu? Siapa yang memanipulasi DPT tahun 2009? Siapa yang gunakan intelijen untuk pilpres 2004 dan 2009?" kata Komarudin Watubun dalam keterangannya, Minggu (24/6/2018). (detik.com)

[http://news.moslemcommunity.net]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Rayakan Pergantian Tahun, Kembang Api Meledak dan Terjadi Kebakaran, Ribuan Penonton di Pantai Sydney Dievakuasi

Polisi Siap Bubarkan Acara Ahmad Dhani di Solo karena Tak Keluarkan Izin, Begini Tanggapan Tegas Panitia