Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

Kisah Nyata: Penuh Haru Kakak Beradik Dijuluki 'Anak Hantu', Ternyata Idap Penyakit Langka sampai Akhirnya bisa Diterima Masyarakat



Moslemcommunity.net - Kakak beradik asal India, Ashfaq (11) dan Mushtaq Khan (8) dijuluki 'Anak Hantu' oleh teman-temannya di sekolah karena tampilan mereka yang cukup berbeda. Mereka punya gigi-gigi yang runcing dan rambut yang tipis.

Dua anak pemberani itu pun mengalami perlakuan seperti orang buangan dari penduduk sekitar karena masyarakat tidak memahami adik kakak tersebut mengalami penyakit genetik langka, hypohidrotic ectodermal dysplasia (HED). Penyakit langka ini mengurangi kemampuan berkeringat serta bisa membuat gigi ompong dan rambut menipis.

"Aku dan saudaraku dianggap hantu di sekolah. Teman-teman sekelas kami tidak bermain dengan kami, pada kenyataannya, mereka memanggil kami sebuah panggilan. Kami tidak ingin melanjutkan studi kami. Kami merasa terhina di sekolah,' kisah Ashfaq.

Untuk biaya berobat apalah daya. Ayah mereka hanyalah seorang buruh tani biasa dan berpenghasilan £50 sebulan (kurang lebih Rp 900 ribu), sehingga sangat sulit bagi mereka untuk mengunjungi seorang spesialis dan melakukan perawatan medis yang mahal.

Abila, ibu dari dua bocah lelaki tersebut mengatakan, "kami sangat miskin, kami bahkan tidak memiliki fasilitas dasar seperti kulkas, kipas dan pendingin. Anak-anak kepanasan dengan cepat karena penyakit mereka, jadi mereka menuangkan air ke atas kepala mereka setiap setengah jam."

Melihat keadaan mereka sebelumnya tentu miris. Namun baru-baru ini terjadi suatu perubahan yang luar biasa.

Berkat campur tangan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal, kampanye kesadaran publik mengenai kondisi Ashfaq dan Mushtaq berhasil dijalankan. Mulai banyak orang yang bisa memahami kondisi mereka dan kembali menerima mereka sebagai bagian dari penduduk di Madhya Pradesh.

Ravi Goyal, direktur Shaktishali Mahila Sangathan Samiti, badan amal yang membantu mereka, mengorganisir kampanye kesadaran untuk menjelaskan kepada penduduk bahwa kedua bocah itu tidak punya penyakit menular.

"Kami menyelenggarakan dua seminar untuk penduduk desa dengan bantuan guru sekolah. Kami menjelaskan kepada mereka tentang penyakit itu dan juga bahwa jika penduduk desa membantu anak-anak, mereka dapat hidup normal," kata Ravi.

Foto-foto yang menyentuh hati pun bermunculan, adik dan kakak tersebut terlihat sudah bisa bermain dengan anak-anak tetangga sambil disiram air dari ember, untuk mendinginkan tubuh mereka yang terus terasa panas.

Mereka tampaknya menjalani kehidupan yang lebih normal, berjalan dengan gembira di tempat umum sementara penduduk desa lainnya menonton dan tersenyum pada mereka. (detik)


[http://news.moslemcommunity.net]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Rayakan Pergantian Tahun, Kembang Api Meledak dan Terjadi Kebakaran, Ribuan Penonton di Pantai Sydney Dievakuasi

Polisi Siap Bubarkan Acara Ahmad Dhani di Solo karena Tak Keluarkan Izin, Begini Tanggapan Tegas Panitia