Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Gambar
Moslemcommunity - SETIAP orangtua muslim pasti menginginkan anaknya bisa menghafal Alquran. Hanya saja jika tidak memiliki ilmunya, mengajarkan hafalan Alquran kepada si kecil sedikit sulit. Namun mulai sekarang jangan khawatir, sebab Ustadz Adi Hidayat membagikan tipsnya. Dalam video yang diunggah akun Instagram faidil_azmi, Ustadz Adi Hidayat membeberkan cara cepat agar anak menghafal Alquran. “Pertama ibu dan bapak memperbanyak sekarang berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Alquran,” ucapnya. Kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan acara tidak bagus dihilangkan, lalu diganti dengan speaker yang bisa memutar ayat-ayat suci Alquran. “Robah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Alquran. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Alquran. Ya, di ruangan tengah, di kamar bacakan Alquran, buka. Jadi nanti begitu ada, tiap waktu, 24 jam, putar Alquran,” tutur Adie Hidayat. Kemudian kepada orangtua yang anaknya ...

Indonesia Tertinggi Utang ke Asing, Pemerintah Jangan Menyesatkan Dong!

Moslemcommunity.net - Pembayaran bunga utang Indonesia menguras Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Sepanjang Januari hingga Maret 2018 saja, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 68,5 triliun untuk membayar bunga utang.

Pembayaran tersebut tumbuh 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pembayaran bunga utang Indonesia menguras 28,7% pagu APBN 2018.

Tingginya bunga utang Indonesia yang harus dibayarkan setiap tahun dianggap sangat membebani keuangan negara. Kondisi itu semakin diperparah dengan devisitnya manufaktur dan migas.

Ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Faisal Basri merasa khawatir dengan tingginya utang Indonesia yang menyebabkan pembayaran bunga semakin tinggi.

Menurut Faisal, alokasi anggaran yang kenaikannya sangat tinggi di APBN adalah belanja barang dan pembayaran bunga utang Indonesia. Belanja barang naik 64 persen dari 2014 ke 2017.

“Kedua, yang paling besar tambahan kenaikannya apa? bayar bunga. Ketiga baru infrastruktur. Jadi sangat tidak benar kalau utang itu untuk infrastruktur semua, gitu lho,” ucap Faisal dalam acara Indonesia Business Forum bertajuk “Rupiah Anjlok, Pasar Saham Ambruk.”

Menurut Faisal, pembayaran bunga utang Indonesia naik dari 11 persen menjadi 17 persen pada tahun 2017.

“Jadi pemerintah juga jangan menyesatkan rakyat dong, seolah-olah kalau tidak ada utang, tidak ada pembangunan infrastruktur. Terbukti pembangunan infrastruktur terkecil,” imbuhnya.

Faisal juga menyoroti pernyataan pemerintah yang menyebutkan bahwa utang Indonesia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Jepang.

“Jepang itu utangnya 215 persen dari PDB, Indonesia cuma 29. Tapi jangan lupa Jepang juga ngasih pinjam ke Amerika. Jadi Jepang itu debitur dan kreditur,” bebernya.

“Indonesia bunganya tinggi, Jepang nol koma. Kemudian Jepang utangnya itu 90% kepada rakyatnya sendiri. Jadi kalau bayar bunga, uangnya gak lari,” katanya.

Kondisi itu sangat berbeda dengan Indonesia. Sebab, Indonesia bukan berutang ke rakyatnya sendiri, melainkan berutang ke luar negeri.

“Indonesia tertinggi di dunia utangnya yang dipegang oleh asing. Jadi jangan menyesatkan juga dong, seolah-olah Indonesia utangnya nggak ada apa-apa,” imbuhnya.

Faktanya, lanjut Faisal, Indonesia berutang karena pengeluarannya meningkat, sementara pendapatannya turun. Akibat utang tambah banyak, pembayaran bunga utang pun sangat tinggi.

“Saya ingin katakan alokasinya (APBN) lebih banyak untuk material, kedua bayar bunga, ketiga baru infrastruktur,” pungkas Faisal.

Seperti diketahui, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal pertama tahun 2018 mencapai US$387,5 Miliar atau sekitar Rp5.425 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS). Angka tersebut naik 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu US$330,04 miliar.

Berdasarkan data statistik ULN yang dirilis BI, Selasa (15/5/2018), kenaikan terutama terjadi pada utang pemerintah yang naik 11,6 persen menjadi US$181,14 miliar atau sekitar Rp2.535 triliun. Sementara utang luar negeri swasta hanya naik 6,3 persen menjadi US$174,05 miliar atau sekitar Rp2.437 triliun. [Pojoksatu]

[http://news.moslemcommunity.net]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Ustadz Adi Hidayat Agar Anak Cepat Hafal Alquran

Rayakan Pergantian Tahun, Kembang Api Meledak dan Terjadi Kebakaran, Ribuan Penonton di Pantai Sydney Dievakuasi

Polisi Siap Bubarkan Acara Ahmad Dhani di Solo karena Tak Keluarkan Izin, Begini Tanggapan Tegas Panitia